• 1

  • 2

  • 3

  • 4

Fattening

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan maka kebutuhan bahan panganpun akan meningkat pula, salah satunya adalah kebutuhan daging sapi. Berbagai usaha telah dilakukan dalam upaya pengadaan daging sapi, baik dengan import bibit sapi, meningkatkan

daya reproduksi ternak maupun mendorong usaha peternakan sapi. Pada kenyataannya sampai sekarang kebutuhan daging sapi masih kurang yang berakibat pengurasan terhadap sapi lokal yang didatangkan dari daerah-daerah.

 

Meningkatnya kebutuhan sapi potong perkembangannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daging untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat saja tetapi sudah berkembang ke Medan, Padang dan daerah sekitarnya.  Jadi permintaan pasar akan sapi potong semakin meningkat.

Perkembangan Feedlot yang memasok kebutuhan sapi sampai saat ini aktif 30 (tiga puluh) Feedlot dengan rata-rata bisa menyediakan sapi 18.000 ekor perbulan, jadi jauh dari kebutuhan sapi nasional atau hanya sekitar 20 % dari kebutuhan sapi nasional. Dari kenyataan tersebut diatas berarti masih terbuka luas bagi dunia usaha untuk menginvestasikan modalnya pada Agrobisnis budidaya penggemukan sapi potong (Feedlot).  Budidaya penggemukan sapi potong bisa berasal dari bakalan sapi import maupun sapi lokal, keduanya masih prospek menghasilkan keuntungan.  Dengan memberi konsumsi pakan sapi dari limbah pertanian yang harganya relative murah akan menghasilkan daging yang harganya tinggi  dan cenderung naik.

Penggemukan sapi potong memberikan penghasilan yang memadai.  Hasil penggemukan sapi BX dengan lama piara 90 hari diperoleh pertambahan berat badan sapi harian (ADG) antara 0.90 s/d 1.5 kg/ekor.  Dengan mengambil angka ADG yang realistis (mudah diperoleh) 1.2 kg/ekor/hari saja akan memberikan penghasilan Rp 42.000/ekor/hari.  Untuk menghasilkan ADG 1.2 kg dibutuhkan biaya pakan dan operasional lainnya rata- rata Rp 25.000/ekor/hari, dengan demikian laba dari penggemukan Rp 17.000 /ekor/hari.  Gambaran penghasilan tersebut baru pada tahap hasil penggemukan.  Hasil laba yang sesungguhnya adalah kolektif yaitu hasil penggemukan ditambah trading selisih harga jual sapi dengan harga beli sapi. Kalaupun penghasilan trading sangat minim, Feedlot masih mendapat keuntungan dari hasil penggemukan sapinya, pertahun masih bisa mendapat laba 40 % pertahun dari investasi dan modal kerja.  Bahkan bila dihitung berdasarkan modal kerja saja angka keuntungannya bisa bisa dibilang sangat menggiurkan.

Head Office

Jl. I gusti Ngurah Rai 8C-D Klender Jakarta 13470 Indonesia
(+62 21) 86610180, 8614938
sinar-pk@indo.net.id

Feedlot Sentul

Desa Sumur Batu, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
(+62 21) 87950575, 87951993
fmp.sentul@sinarindo.co.id

Feedlot Lampung

Desa Pardasuka, Kec. Ketibung, Lampung Selatan Indonesia
+62-812222438089, +62-8119933131
fmp@sinarindo.co.id