Permintaan dan Supplai Daging Ternak

Sejalan dengan semakin membaiknya kinerja perekonomian nasional, maka income per kapita penduduk juga akan meningkat. Peningkatan tersebut tentunya mendorong kelompok masyarakat ekonomi menengah bawah untuk memperbaiki pola gizi makanannya. Jumlah konsumsi protein hewani merupakan tolak ukur peningkatan kualitas gizi makanan suatu rumah tangga.

Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, dalam beberapa tahun terakhir jumlah produksi daging ternak dalam negeri tidak mampu bersaing atau jumlah peningkatan suplai tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Sehingga untuk memenuhinya pemerintah mengijinkan impor dari luar negeri, baik dalam bentuk daging yang sudah didinginkan (frozen) maupun dalam bentuk impor ternak dalam kondisi hidup. Menurut data BPS sekitar 30% kebutuhan daging dalam negeri dipenuhi melalui impor, dimana dalam bentuk daging frozen sekitar 10% dan berupa ternak hidup 20%.
Dalam kondisi jumlah permintaan lebih besar dan jumlah suplai, akan membuka peluang bisnis bagi pengusaha yang berminat bergerak dalam usaha peternakan skala kecil, menengah maupun besar. Jumlah permintaan daging segar masyarakat perkotaan laju pertumbuhannya cukup besar dibanding masyarakat pedesaan, sehingga sasaran pasar bagi peternak skala menengah dan besar adalah konsumen perkotaan yang tergolong ekonomi menengah atas.

Head Office

Jl. I gusti Ngurah Rai 8C-D Klender Jakarta 13470 Indonesia
(+62 21) 86610180, 8614938
sinar-pk@indo.net.id

Feedlot Sentul

Desa Sumur Batu, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
(+62 21) 87950575, 87951993
fmp.sentul@sinarindo.co.id

Feedlot Lampung

Desa Pardasuka, Kec. Ketibung, Lampung Selatan Indonesia
+62-812222438089, +62-8119933131
fmp@sinarindo.co.id