Prof Nyoman Temukan Bioproduk Excelzyme dari Limbah Pertanian

Peneliti Indonesia telah menemukan bahwa limbah pertanian kaya Lignoselulosa mampu memiliki manfaat ekonomis.

 

Penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si. Guru Besar bidang Kimia Organik Universitas Airlangga, yang mengeksplorasi kekayaan alam lokal melalui penelitian enzim tenyata banyak memiliki manfaat.

 

Salah satunya, berhasil memanfaatkan limbah pertanian demi pengembangan bidang argoindustri.

 

Penelitian Nyoman tentang enzim ini telah dimaui sejak tahun 2001, dan masih berlanjut hingga sekarang.

 

Penelitiannya dalam yang bidang agroindustri itu didasari oleh keinginannya yang kuat untuk mengeksplorasi kekayaan alam di Indonesia. 

 

Nyoman menjelaskan terdapat berbagai jenis mikroorganisme atau biota-biota yang hidup di sekitar sumber air panas. Karena itu pun, maka ia tertarik untuk memanfaatkan enzim yang tahan dengan suhu tinggi.

 

“Enzim-enzim yang tahan pada suhu tinggi pasti diperlukan industri-industri yang menggunakan proses dengan pemanasan," kata Nyoman dalam kuliah tamu di rangkaian acara pekan 'Temu Inovasi dan Teknologi Mahasiswa STPP se-Indonesia di Gedung Diorama STPP Malang, Senin (21/11/2016).

 

Selama penelitian ini, Prof. Nyoman bersama kelompok studi Proteomik, Institute of Tropical Disease, UNAIR, telah mengembangkan enzim sebagai bioproduk yang bersumber dari mikroorganisme Indonesia. 

 

Bioproduk enzim ini bernama Excelzyme dan nama ‘Excelzyme’ ini sendiri telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2011.

 

Bioproduk Excelzyme terdiri dari 3, yakni Enzim Excelzyme 1, Enzim Excelzyme 2, dan Enzim Excelzyme 3.

 

Bioproduk Excelzyme 1 telah diformulasi oleh Prof. Nyoman dan kelompok studinya dalam proses daur ulang kertas bekas. Excelzyme 1 bisa mempercepat tahap pelepasan tinta dan meningkatkan indeks tari dan sobek kertas sesuai SNI.

 

Tak hanya itu, Excelzyme 2 juga membantu mengurangi waktu pulping dan menjaga hasil daur ulang kertas.

 

 

Sedangkan bioproduk Excelzyme 2, digunakan untuk mengolah pakan ternak berbasis limbah pertanian untuk optimalisasi produktivitas ternak rumansia. 

 

Excelzyme 2 ini mampu meningkatkan kadungan nutrisi pakan sehingga meningkatkan oligosakarida menjadi sumber energi.

 

Kemudian bioproduk Excelzyme 3, digunakan untuk meningkatkan mutu pupuk organik dan menjaga kesuburan tanah. 

 

Excelzyme 3 berfungsi menjaga biodiversitas mikroorganisme sebagai penyubur tanah yang juga mempercepat proses composting, dari 3 bulan menjadi 2 minggu.

 

Sementara itu, Ketua STPP Malang, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si menegaskan kuliah pemanfaatan enzim ini, merupakan tindak lanjut intruksi Menteri Pertanian pada orasi ilmiah dalam Dies Natalis Unair ke 62, untuk merealisasikan program ketahanan pangan.

 

"Menteri ingin semua pakar mampu merealisakan ketahanan pangan," katanya.

 

Karena itu, diharapkan dengan adanya kuliah tamu ini, STPP se-Indonesia yang hadir mampu mengembangkan dan menerapkan alih teknologi pengetahuan dibidang pengembangan ternak bisa terdistribusi. 

 

"Pengetahuan ini memberikan inovasi untuk percepatan bahan limbah pertanian untuk pakan ternak dengan enzimatis Exzelcyme," katanya.(*)

 

Feedlot Lampung

Desa Pardasuka, Kec. Ketibung, Lampung Selatan Indonesia
+62-812222438089, +62-8119933131
fmp@sinarindo.co.id

Feedlot Sentul

Desa Sumur Batu, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
(+62 21) 87950575, 87951993
fmp.sentul@sinarindo.co.id

Head Office

Jl. I gusti Ngurah Rai 8C-D Klender Jakarta 13470 Indonesia
(+62 21) 86610180, 8614938
sinar-pk@indo.net.id